Rakyat Sulut, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut menggelar upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX Tahun 2026. Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE di Lapangan Provinsi pada Senin, 27 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Dalam amanat Mendagri yang dibacakan Gubernur, ditekankan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian dalam mengelola potensi lokal. Namun, keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada sinkronisasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Gubernur menyampaikan enam langkah strategis yang menjadi fokus pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah ke depan:
1. Integrasi Perencanaan & Penganggaran: Menghilangkan tumpang tindih program dan duplikasi anggaran antara pusat dan daerah.
2. Reformasi Birokrasi Berbasis Outcome: Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, lincah, dan responsif melalui digitalisasi terintegrasi.
3. Penguatan Kemandirian Fiskal: Mendorong daerah untuk tidak terus bergantung pada dana transfer pusat dan lebih inovatif dalam meningkatkan pendapatan daerah.
4. Kolaborasi Antar Daerah: Mengatasi persoalan strategis lintas wilayah seperti transportasi dan pengendalian banjir secara bersama-sama.
5. Fokus Layanan Dasar: Memprioritaskan akses pendidikan, kesehatan, dan air bersih, terutama untuk menekan ketimpangan antarwilayah.
6. Ketahanan Daerah: Memperkuat stabilitas daerah dalam menghadapi krisis ekonomi maupun bencana alam akibat perubahan iklim.
Menindaklanjuti arahan Presiden RI, Gubernur Yulius juga menegaskan agar seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara menjalankan prinsip efisiensi. Pemerintah daerah diminta memastikan setiap penggunaan anggaran memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan menghindari kegiatan yang bersifat seremonial berlebihan.
“Capaian tiga dekade otonomi daerah ini harus menjadi pijakan kita untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Mari kita hadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, mulai dari swasembada pangan, pengentasan stunting, hingga pengembangan UMKM,” ujar Gubernur menutup sambutan Mendagri.
Upacara turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Dr J. Victor Mailangkay, SH,MH, jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara, pejabat pimpinan tinggi pratama, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.(*adm)
















