RSOL/rakyatsulutonline.com, BITUNG — Menjelang hari Idul Adha
1447 Hijriah tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan antarumat beragama melalui penyaluran bantuan hewan qurban bagi masyarakat Muslim di Kota Bitung.
Penyerahan hewan qurban dilakukan langsung Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE., bersama Wakil Walikota Randito Maringka, S.Sos di Mesjid Jami Nurul Hidayah, Kelurahan Manembo-Nembo Atas, Kecamatan Matuari, Senin (25/5/2026).
Pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, pemerintah kota menyalurkan sebanyak 14 ekor sapi
sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada umat Muslim yang akan merayakan Hari Raya Idul Adha.
Kehadiran Hengky-Randito dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bitung untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga dalam kegiatan sosial serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Dalam sambutannya, Hengky Honandar menegaskan bahwa bantuan hewan qurban yang diberikan pemerintah sebagai wujud ketulusan dan perhatian kepada masyarakat.
“Pemerintah Kota Bitung hadir untuk seluruh masyarakat. Penyaluran hewan qurban ini merupakan bentuk perhatian dan ketulusan kami kepada saudara-saudara umat Muslim yang akan merayakan Hari Raya Idul Adha”, ujar Honandar.
Menurutnya, makna utama dari bantuan tersebut bukan terletak pada jumlah hewan qurban yang diberikan, melainkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang harus terus dijaga.
“Jangan melihat dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi lihatlah dari niat baik dan ketulusan pemerintah dalam berbagi. Kami berharap apa yang diberikan hari ini dapat menjadi berkah bagi masyarakat dan membawa kebahagiaan bagi umat Muslim di Kota Bitung”, ungkap Wali Kota Hengky Honandar.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai sarana memperkuat rasa persaudaraan serta mempererat hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian kepada sesama. Nilai-nilai ini penting untuk terus kita jaga bersama agar kehidupan sosial di Kota Bitung semakin kuat, harmonis, dan penuh kebersamaan”, tambah Honandar.
Hengky Honandar juga menekankan bahwa Pemkot Bitung akan terus mendorong berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sosial.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memastikan masyarakat merasakan perhatian pemerintah. Kebersamaan yang selama ini terbangun di Kota Bitung harus terus dijaga sebagai kekuatan dalam membangun daerah,” katanya.
Penyaluran tersebut sekaligus menjadi gambaran kepemimpinan yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat serta penguatan nilai sosial sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Pemkot Bitung kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Bitung, tokoh agama, serta masyarakat yang menyambut kegiatan tersebut dengan penuh kebersamaan. (fik)
















