Penas ke-17 Sukses di Gorontalo, Mentan ‘Suntik’ Bantuan Tambahan Rp53 Miliar

banner 120x600

Rakyat Sulut, Gorontalo – Keberhasilan penyelenggaran Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-17 di Gorontalo. Alhasil mendapat atensi khusus dari Pemerintah Pusat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan Gubernur Gorontalo. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-17. Pertemuan berlangsung di Jakarta pada Rabu pagi, 1 Juli 2026 pukul 06.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, Mentan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Gorontalo, Bupati Gorontalo dan seluruh masyarakat Gorontalo atas dukungan dan kerja keras yang telah menyukseskan penyelenggaraan Penas ke-17.

Mentan juga menyampaikan bahwa hasil teknologi budidaya padi PM-AAS yang ditampilkan pada lokasi gelar teknologi Penas Gorontalo akan dikembangkan dan direplikasi ke seluruh Indonesia dengan target luasan mencapai 1 juta hektare.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Penas, Mentan mengalokasikan tambahan bantuan senilai Rp53 miliar, yang meliputi; bantuan Hand Traktor sebanyak 20 unit, dengan rincian 10 unit untuk Brigade Alsintan Provinsi Gorontalo dan 10 unit untuk Kabupaten Gorontalo. Tambahan alokasi paket bantuan budidaya padi seluas 10.000 hektare. Bantuan benih jagung hibrida untuk lahan seluas 40.000 hektare.

Bantuan ini diharapkan dapat semakin memperkuat sektor pertanian di Gorontalo dan mendorong peningkatan produktivitas petani di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, menyampaikan tanggapannya terkait pertemuan dan bantuan tersebut.

“Ini merupakan bukti nyata perhatian Bapak Menteri Pertanian terhadap Gorontalo. Keberhasilan Penas ke-17 tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, dan tambahan bantuan senilai Rp53 miliar ini akan langsung kami manfaatkan untuk memperkuat sarana produksi petani, mulai dari alat mesin pertanian hingga perluasan areal tanam padi dan jagung,” ujar Muljady.

Ia menambahkan, pengembangan teknologi budidaya padi PM-AAS ke seluruh Indonesia seluas 1 juta hektare juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Gorontalo karena teknologi tersebut diperkenalkan pertama kali dari lokasi gelar teknologi Penas Gorontalo.

“Kami di daerah di bawah arahan Gubernur dan Wakil Gubernur akan terus mendukung program-program strategis Kementerian Pertanian, dan berkomitmen agar bantuan ini benar-benar sampai dan bermanfaat bagi petani di lapangan,” pungkas Muljady.(*mra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *