Gunung Bakan Terus Dikeruk, Penindakan Terhadap PETI Dipertanyakan

banner 120x600

RSOL, Rakyat Sulut- BOLMONG – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Bakan, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, kembali menuai sorotan. Puluhan unit alat berat jenis ekskavator, diduga masih beroperasi di lokasi tambang, memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap semakin parahnya kerusakan lingkungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas penambangan diduga berlangsung hampir tanpa henti. Puluhan ekskavator terlihat mengeruk kawasan perbukitan, sementara lalu lalang kendaraan pengangkut material disebut masih terus terjadi.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan yang diduga tidak mengantongi izin. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi.

“Kalau memang aktivitas itu ilegal, kami berharap segera ditindak. Jangan sampai kerusakan lingkungan semakin meluas dan masyarakat yang menjadi korban,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (15/7/2026).

Selain dugaan pelanggaran hukum, warga juga mengkhawatirkan dampak yang mulai dirasakan terhadap lingkungan. Aliran sungai di sekitar kawasan tambang dilaporkan semakin keruh akibat sedimentasi, sementara lokasi penambangan berada tidak jauh dari kawasan pemandian air panas alami yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan masyarakat.

Warga menilai, apabila aktivitas tersebut terus berlangsung tanpa pengendalian, bukan hanya ekosistem yang terancam, tetapi juga potensi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

Karena itu, masyarakat mendesak kepolisian bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait lainnya segera melakukan inspeksi lapangan, menghentikan aktivitas yang melanggar hukum, dan menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah terkait kondisi di lokasi maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak-pihak berwenang demi menjaga keberimbangan pemberitaan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *