RSOL, Rakyat Sulut, Manado — Dengan adanya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR Indonesia) terkait kepengurusan Panitia Pelaksana Perayaan Natal Nasional GEMPAR Tahun 2026. Menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat, khusunya di media sosial Facebook (FB).
Berkaitan dengan polemik yang terjadi belakangan ini, dimana pernyataan dari Recky Langie berkaitan dengan adanya Hillary Brigitta Lasut (HBL) sebagai Ketua Panitia Natal GEMPAR yang membawa nama Hashim Djojohadikusumo, sudah menemukan titik terang.
Dimana Recky Langie saat diwawancarai wartawan menyampaikan bahwa dirinya tidak mempersoalkan HBL menjadi Ketua Panitia, tapi dirinya mengingatkan kepada HBL untuk tidak Pansos diri dengan mendompleng nama Bapak Hasim Djojohadikusumo.
“Kenapa hal ini harus kami sampaikan, karena kami takut jangan sampai sebentar ada proposal yang beredar dan mebawa-bawa nama Bapak Hasim Djojohadikusumo, dan menghindari opini publik ketika Bapak Hasim Djojohadikusumo tidak hadir pada acara Natal tesebut. Karena susuai jadwal agenda Bapak Hasim Djojohadikusumo di bulan di Desember sudah full dan sudah padat kegiatan,” kata Recky.
Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikannya sudah dikonfirmasi ke Hashim Djojohadikusumo supaya tidak ada yang menyalahgunakan namanya demi keuntungan pribadi. “Untuk itu, kami berharap agar pihak HBL bisa mengklarifikasi kepada publik bahwa beliau hanya Ketua Natal Organisasi GEMPAR,” tambahnya.
Mengenai beberapa pemberitaan yang beredar di media sosial (Facebook) wajib di klarifikasi. Karena pihak HBL menyebutkan bahwa dirinya ditunjuk langsung oleh Bapak Hasim sebagai Ketua Natal Nasional GEMPAR.(*mis)














