RSOL/Rakyatsulutonline.com, BITUNG — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII menyabut baik kedatangan dua kapal perang asal Jepang Maritime Self-Defence Force (JMSDF), JS Yamagiri dan JS Shiranui, di Dermaga Pelindo Terminal Petik Kemas Bitung, Sabtu (28/2/2026) kemarin.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Goodwill Port Visit and Replenishment yang bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan maritim Indonesia–Jepang.
Kegiatan tersebut ditandai dengan upacara penyambutan, nampak para kru kapal jepang yang terdiri dari perwira, bintara, tamtama hingga taruna disambut dengan penuh keakraban oleh pihak Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Manado.
Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., diwakili Ir Kodaeral VIII memimpin langsung upacara penyambutan bagi Commander Oura Motuyasu (Komandan JS Shiranui 120) dan Commander Obata Keiko (Komandan JS Yamagiri 3515).
Kemudian dilanjutkan dengan pengalungan kain Bentenan Khas Sulawesi Utara untuk menyambut tamu negara tersebut. Mereka juga disuguhkan
dengan menampilkan Tarian Cakalang yang energik di pinggir dermaga.
Setelah proses penyambutan di area dermaga, para pejabat Kodaeral VIII diundang untuk melakukan kunjungan ke atas kapal. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi, bertukar informasi, serta berbagi pengalaman dalam menjaga keamanan laut di kawasan Asia-Pasifik.
Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., diwakili Ir Kodaeral VIII menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan persahabatan Angkatan Laut Jepang dalam rangka mempererat hubungan bilateral dan kerja sama maritim dengan TNI Angkatan Laut.
“Momentum ini bertujuan untuk mempererat komunikasi, memperkuat sinergi, serta saling bertukar informasi dan pengalaman dalam pelaksanaan tugas di laut,” ujarnya.
Lebih lanjut, kami berharap melalui kunjungan ini, semakin memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam mendukung stabilitas dan keamanan maritim di kawasan Asia Pasifik.
Sementara itu, Komandan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral VIII Bitung, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP,., menjelaskan bahwa kunjungan ini membawa misi penting selain diplomasi.
Dalam penyambutan laut, Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral VIII mengerahkan KRI Selar-879, KAL Patola, dan KAL Tedung Naga. Ketiga unsur melaksanakan latihan taktis Passing Exercise (Passex) sebelum memasuki area dermaga Pelindo Bitung.
Ia juga mengatakan, latihan bersama tersebut memiliki nilai strategis bagi kesiapan operasi laut.
“Latihan Passex menitikberatkan pada komunikasi taktis, prosedur manuver bersama, serta keselarasan komando di laut. Ini penting untuk meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit,” kata Marvill.
Marvill juga menambahkan bahwa pelatihan tersebut bukan sekedar seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan operasional antara Angkatan Laut Indonesia dan negara sahabat, yakni Jepang.
“Interaksi langsung di laut memberi pengalaman taktis bernilai tinggi. Dari latihan ini, kami membangun kesamaan pemahaman prosedur serta memperkuat kesiapan menghadapi dinamika keamanan maritim kawasan,” ucapnya.
Menurutnya, pelatihan ini akan mempererat kerjasama maritim Indonesia dan Jepang, sekaligus berkontribusi pada stabilitas kawasan Asia-Pasifik.
“Pelatihan ini mencerminkan komitmen bersama menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat keamanan jalur pelayaran strategis regional,” tegasnya.
Selain itu, dua kapal ini masuk di Bitung
untuk menambah perbekalan dan pengisian air bersih (replenishment). Kami juga telah menjadwalkan kunjungan sejarah bagi kru kapal Jepang ke Tugu Jepang di Kelurahan Manembo-nembo.
Kunjungan yang berlangsung hingga 3 Maret 2026 ini, diharapkan semakin memperkokoh hubungan bilateral Indonesia – Jepang serta menjaga stabilitas keamanan maritim kedua negara,” tutup Marvil.(fik)
















