RSOL/rakyatsulutonline.com, BITUNG— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh mengajak masyarakat untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos demi menciptakan lingkungan sehat sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Ajakan itu, Ellen Honandar Sondakh sampaikan saat menghadiri kegiatan pelatihan pembuatan Kompos dari sampah rumah tangga, dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kakenturan satu, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Pada, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris TP. PKK Kota Bitung, Ny. Jacinta Maribell Maringka Gumolung, bersama jajaran pengurus TP. PKK Kota Bitung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianti Dumbela SE., Camat Maesa, Fatmawaty Soleman S. STP., para Ketua TP. PKK Kecamatan bersama Kader PKK, Lurah dan perangkat Kelurahan Kakenturan satu, serta para peserta yang hadir.
Pelatihan tersebut sejalan dengan tema HKG PKK ke-54 yang berfokus pada penguatan 10 Program Pokok PKK dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam arahannya, Ellen Honandar Sondakh menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih bijak dan bernilai guna.
Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini menjadi langkah penting bagi kader PKK kota Bitung sebagai pelopor dalam mengurangi sampah serta mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, perilaku hidup bersih dan sehat tidak hanya soal menjaga kesehatan diri, tetapi juga kesadaran mengelola sampah dengan benar.
“Pemilahan sampah menjadi langkah awal yang sederhana namun sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Ellen.
Ellen juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK kota Bitung, khususnya Kelompok Kerja (Pokja) III, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung atas kolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga mengajak kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, agar ilmu yang di peroleh dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, Merianti Dumbela memberikan pemaparan teknis terkait pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Merianti juga menjelaskan bahwa bahan baku kompos sangat mudah ditemukan di rumah, seperti sisa makanan berupa nasi, ikan, sayur, serta daun-daunan.
Selain itu, masyarakat tidak perlu membeli peralatan khusus karena proses pembuatan kompos dapat dilakukan menggunakan wadah sederhana seperti ember bekas atau lubang tanah di halaman rumah.
Ia menambahkan, proses pengomposan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu, dengan pengadukan setiap tiga hari agar hasilnya merata. Setelah itu, kompos dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman di pekarangan rumah.
Pada kesempatan itu, Merianti menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Ia menyebutkan bahwa sekitar 15 persen sampah merupakan organik, sementara 75 persen lainnya adalah anorganik seperti plastik yang dapat dikelola melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Kedepannya, DLH berencana menerapkan kebijakan tegas, di mana sampah yang tidak dipilah dari rumah tidak akan diangkut oleh petugas. Namun, kebijakan tersebut akan didahului dengan proses edukasi yang masif kepada masyarakat.
“Kami berharap kader PKK dapat menjadi corong edukasi di lingkungan masing-masing. Jika semua rumah sudah memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos, maka persoalan sampah di TPA dapat berkurang secara signifikan,” punkasnya. (fik)
















