RSOL/rakyatsulutonline.com , Sulawesi Utara – Proyek penggantian Jembatan Pentu di Desa Lopana, Kabupaten Minahasa Selatan saat ini memasuki tahapan persiapan pembongkaran.
Hal ini diungkapkan oleh PPK 1.2 Satker PJN Wilayah I Prov. Sulut Wahyu, saat di konfirmasi media.
Dijelaskan, pembongkaran jembatan ini memang membutuhkan ketelitian dan perencanaan matang untuk mencegah risiko kecelakaan kerja dalam memastikan keselamatan.
Proses pembongkaran dan penggantian jembatan tersebut dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan sangat terukur demi menjamin keamanan.
Sebagaimana diketahui, tahapan inti yang umumnya diterapkan adalah penurunan rangka lama. Rangka jembatan lama dibongkar secara bertahap menggunakan alat berat untuk menurunkan setiap bagian yang dilepas ke bawah dengan aman.
Setelah seluruh rangka diturunkan, pondasi eksisting yang telah dibongkar akan diganti baru atau diperkuat agar mampu menahan beban jembatan baru.
Adapun rangka jembatan baja yang baru didatangkan ke lokasi, lalu dirakit dan dipasang secara bertahap di atas pondasi yang telah selesai dibangun dan mengeras sempurna.
Pekerjaan Jembatan Pentu ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Selama masa konstruksi berlangsung, akses lalu lintas di sekitar lokasi diberlakukan sistem buka-tutup atau hanya menggunakan 1 jalur bergantian.
“Pengguna jalan diimbau untuk selalu waspada demi keselamatan bersama,” imbau Wahyu.(*gen)















