RSOL, Rakyat Sulut- KOTAMOBAGU — Lima kepala daerah di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis di rumah dinas Bupati Bolaang Mongondow Bolmong, Kecamatan Lolak, Senin (2/6).
Selain itu, kesepakatan ini mencakup berbagai sektor penting, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan layanan publik seperti pendidikan dan ketahanan pangan.
Adapun, kelima kepala daerah yang hadir dalam penandatanganan tersebut, Wali Kota Kotamobagu, Wenny Gaib Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsy, Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru dan Bupati Boltara, Sirajudin Lasena.
Dikatakan Wali Kota Kotamobagu Wenny Gaib, bahwa kerja sama ini merupakan komitmen untuk kemajuan bersama di wilayah BMR. Kata dia, tentunya dengan adanya hal ini, sepakat menjalin kerja sama untuk kemajuan bersama.
“Untuk itu, ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Bolmong Raya,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan bahwa potensi besar yang dimiliki BMR harus dikelola secara terpadu antar wilayah.
“BMR kaya akan sumber daya alam, tapi pengelolaannya memerlukan sinergi lintas daerah. Kolaborasi ini menjadi jawabannya,” katanya.
Adapun Bupati Bolsel Iskandar Kamaru menuturkan, menyambut baik kesepakatan ini. Sebab, ini merupakan langkah agar 5 daerah bisa sama-sama menunjang program.
“Ini baik agar BMR bisa lebih baik dengan program terarah lintas daerah,”ujarnya,
Adapun Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi yang didampingi Wakil Bupati Dony Lumenta membeberkan, bahwa kerja sama ini juga diharapkan mampu menciptakan efisiensi, efektivitas, dan sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah BMR, dengan penandatanganan MoU ini, BMR menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya saling mendukung dalam pembangunan, tapi juga bersatu dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,”ungkapnya
Senada juga dikatakan Bupati Boltara, Sirajudin Lasena, tentu ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, dan memperluas akses layanan publik, serta meminimalisasi duplikasi pekerjaan yang selama ini menjadi hambatan dalam pelayanan masyarakat.
“Adapun wilayah BMR ini memiliki banyak potensi luar biasa. Mulai dari pariwisata, pertanian, hingga sektor pertambangan. Jika dikelola bersama secara sinergis, dampaknya akan besar bagi kemajuan masyarakat,” tandasnya.
Berikut Fokus Kerja Sama: 12 Program Prioritas MoU ini mencakup 12 bidang strategis yang akan menjadi fokus kerja sama antar daerah: 1. Pembangunan dan pengelolaan Asrama Bogani 2. Pengelolaan persampahan regional 3. Pengembangan universitas daerah 4. Pembangunan bandara regional 5. Pengelolaan sektor pertambangan secara terintegrasi 6. Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama 7. Sinkronisasi program prioritas nasional 8. Pengembangan konsep Sekolah Rakyat 9. Pendirian dapur makanan bergizi 10. Pengendalian inflasi antar wilayah 11. Penguatan ketahanan pangan, energi, dan air 12. Penetapan dan pengelolaan wilayah pertambangan rakyat.(jux)















