VIDEO: Pererat Silaturahmi Antar Jurnalis PROWN Gelar Voice Competition Jelang Lebaran

banner 120x600

MINUT rakyatsulutonline – Profesional Wartawan Minahasa Utara (Prown) menghadirkan acara yang tak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan makna mendalam bagi komunitas wartawan se-Kabupaten Minahasa Utara. Acara bertajuk “Jurnalis Voice Competition” atau lomba nyanyi antar wartawan diselenggarakan dengan tujuan utama mempererat silaturahmi dan menguatkan tali persaudaraan insan pers, sekaligus menyambut kedatangan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan yang diadakan di pusat jajanan kuliner dan cendramata minahasa utara ini, menjadi wadah khusus bagi para profesional jurnalistik untuk menunjukkan sisi lain dari diri mereka yang selama ini lebih dikenal dengan peran sebagai pelapor berita, pengamat isu, dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Tak hanya menjadi ajang kompetisi sehat, lomba ini menghadirkan suasana kehangatan yang melampaui batasan media atau organisasi tempat mereka bekerja.

Sejak sore hari, para peserta dan mulai berkumpul dengan antusias. Wajah-wajah yang biasanya muncul di balik kamera, mikrofon, atau meja tulis kini bersinar dengan semangat berbeda bersiap untuk menghibur dan menunjukkan bakat vokal mereka.

Acara dibuka dengan sambutan dari pengurus Pro W M yang menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi terhadap dedikasi para wartawan Minahasa Utara yang selama ini bekerja keras melayani masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk merengkuh kebersamaan menjelang Hari Raya idul fitri.

“Selama ini kita sibuk dengan tugas meliput, mengejar berita, dan memastikan informasi sampai ke tangan masyarakat. Hari ini, mari kita lepaskan penatnya sejenak dan mempererat tali silaturahmi yang menjadi dasar kuat bagi insan pers kita,” ucap Juent Ketua ProWM dalam sambutannya.

Para peserta yang berasal dari berbagai media massa baik cetak, elektronik, maupun daring berkompetisi dalam dua kategori utama.

Adapun Tim juri yang disiapkan dari kominfo, yaitu kepala dinas asriyadi Lalompoh.

Beliau menjalankan tugasnya dengan objektif namun tetap memperhatikan makna filosofis di balik setiap pertunjukan.

Kriteria penilaian mencakup interpretasi lagu, kemampuan vokal, dan kesesuaian dengan tema acara.

Pada Perlombaan ini menawarkan daya tarik yang unik dan berbeda dari kompetisi sejenis.

Tidak hanya peserta dengan suara berkualitas yang mendapatkan pengakuan, tetapi juga terdapat mekanisme di mana peserta dengan penampilan vokal yang kurang optimal berkesempatan untuk menerima hadiah uang tunai yang diberikan oleh aktivis William Luntungan.

Pada sesi penutupan, pemilihan juara menjadi momen yang dinanti, namun suasana tidak terasa kaku atau kompetitif.

Setiap peserta yang naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan mendapatkan apresiasi yang sama dari seluruh hadirin.

Pemenang diberikan hadiah uang tunai sebagai bentuk apresiasi, namun yang lebih berharga adalah kesatuan dan kebersamaan yang terjalin selama acara berlangsung.

Adapun pemenang lomba, Jane Lape dari Liputan 15 Juara pertama, Diana Masie dari R R I Juara Kedua, Marpol Etaria dari Sulut Time Juara ketiga, sedang vokal yang kurang optimal diraih Rahman Ismail Dari Telegraf.

Acara ditutup dengan doa, foto bersama dan ajakan untuk terus menjaga silaturahmi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.(IfuL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *