Dari Ruang Redaksi ke Garda Anti Narkoba, Kisah Dua Saudara Rumampuk

banner 120x600

RSOL, Rakyat Sulut- GORONTALO-Nama Jefry AS Rumampuk dan Johan Cornelis Rumampuk selama ini lebih dikenal melalui karya-karya jurnalistik yang kerap menyita perhatian publik. Keduanya adalah sosok di balik perusahaan media siber yang aktif mengawal berbagai isu strategis di Gorontalo.

Sebagai jurnalis dan pimpinan media, mereka terbiasa berada di garis depan dalam menyampaikan informasi, mengkritisi kebijakan, serta mengungkap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Namun kini, dua bersaudara tersebut memikul amanah baru yang jauh melampaui aktivitas di ruang redaksi.

Jefry AS Rumampuk dipercaya sebagai Majelis Pembina Saka Anti Narkoba Kabupaten Gorontalo, sementara sang adik, Johan Cornelis Rumampuk, mengemban tugas serupa sebagai Majelis Pembina Saka Anti Narkoba Kabupaten Pohuwato.

Kepercayaan yang diberikan melalui Gerakan Pramuka dan Badan Narkotika Nasional ini menjadi babak baru perjalanan pengabdian keduanya. Jika selama ini mereka berjuang melalui tulisan dan pemberitaan, kini mereka turut mengambil peran langsung dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Momen kebersamaan keduanya bersama jajaran pengurus Gerakan Pramuka dan BNNP Gorontalo yang terekam dalam sebuah foto menjadi simbol dari peran baru yang mereka jalani. Di balik jabatan CEO dan profesi jurnalis yang melekat, terdapat komitmen yang sama untuk ikut menjaga masa depan anak-anak muda dari ancaman narkoba.

Kesibukan mengelola perusahaan media, memimpin tim redaksi, hingga menghadapi dinamika informasi yang bergerak cepat tidak menghalangi keduanya untuk terlibat dalam gerakan sosial dan pembinaan generasi muda. Justru pengalaman mereka di dunia media dianggap menjadi modal penting dalam menyebarkan edukasi serta membangun kesadaran publik tentang bahaya narkotika.

Menariknya, tidak banyak ditemukan dua pimpinan perusahaan media yang secara bersamaan mendapat kepercayaan sebagai Majelis Pembina Saka Anti Narkoba di dua kabupaten berbeda. Fakta tersebut menjadikan kisah Jefry dan Johan memiliki nilai tersendiri dalam perjalanan gerakan anti narkoba di Gorontalo.

Bagi keduanya, amanah ini bukan soal jabatan maupun prestise. Lebih dari itu, ini adalah panggilan untuk berkontribusi dalam menjaga generasi muda agar tetap berada di jalur yang benar dan terhindar dari ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan.

Di tengah kerasnya dunia jurnalistik yang penuh kritik, perdebatan, dan dinamika informasi, dua saudara ini kini dipersatukan oleh satu tujuan yang sama: menjadi bagian dari gerakan yang melindungi generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *