RSOL, Rakyat Sulut- BOLTIM – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Polres Boltim) menggelar aksi kemanusiaan berupa donor darah, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sanika Satyawada Mapolres Boltim itu berhasil menghimpun 41 kantong darah yang siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan medis di wilayah Bolaang Mongondow Timur.
Aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah yang kerap mengalami fluktuasi di fasilitas kesehatan setempat.
Donor darah yang dimulai sejak pukul 08.30 WITA itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polres Boltim, Bhayangkari, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga pihak swasta, termasuk perwakilan PT ASA.
Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, memimpin langsung jalannya kegiatan didampingi Wakapolres Kompol Verry A. Liwutang. Turut hadir para pejabat utama Polres, para Kapolsek, serta seluruh personel yang ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan darah yang didonorkan, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Boltim yang dipimpin dr. Syafira A. Dali bekerja sama dengan Teknisi PMI Boltim, Angga Damopolii, menerapkan prosedur pemeriksaan secara ketat. Setiap calon pendonor wajib menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin (HB), pengecekan tekanan darah, hingga verifikasi golongan darah.
Meski antusiasme peserta cukup tinggi, tidak seluruh pendaftar dapat mendonorkan darahnya. Sejumlah peserta dinyatakan belum memenuhi persyaratan medis sehingga tidak diperkenankan mengikuti proses donor demi menjaga keselamatan pendonor maupun penerima darah.
Dari hasil kegiatan tersebut, sebanyak 41 kantong darah berhasil dikumpulkan. PMI Boltim menilai jumlah tersebut sangat membantu dalam menjaga stabilitas stok darah darurat yang sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.
Perwakilan PMI Boltim, Angga Damopolii, mengapresiasi inisiatif Polres Boltim yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pelayanan kesehatan di daerah.
“Ketersediaan darah sangat penting untuk menunjang penanganan pasien dalam kondisi darurat. Bantuan dari Polres Boltim ini tentu sangat berarti,” ujarnya.
Kegiatan donor darah berakhir pada pukul 12.20 WITA dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Polres Boltim menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat pengabdian dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. (***)















