RSOL, Rakyat Sulut – KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu mulai mematangkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sentra Tani sebagai langkah strategis mendorong penguatan sektor pertanian dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) tahap I yang digelar di Aula Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Kotamobagu, Rabu (6/5/2026), dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, serta Dinas Ketahanan Pangan.
Dalam pemaparannya, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, Dr. Een Novritha Walewangko, SE., MSE., menegaskan bahwa arah bisnis BUMD Sentra Tani harus berbasis peluang pasar dan pengembangan produk olahan.
“Core bisnis yang akan dibawa nanti oleh BUMD Sentra Tani Kota Kotamobagu tentu harus berdasarkan peluang pasar, tidak sekadar apa yang dihasilkan langsung dari sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga yang bisa dikembangkan melalui produk olahan,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan munculnya pertanyaan terkait keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan kemungkinan tumpang tindih jenis usaha dengan BUMD Sentra Tani.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Een menjelaskan bahwa keduanya justru dapat saling berkolaborasi karena memiliki orientasi berbeda.
“KDMP lebih menyentuh kesejahteraan anggotanya, sedangkan BUMD Sentra Tani merupakan entitas bisnis milik Pemerintah Daerah yang bertujuan meningkatkan PAD dan memberi dampak ekonomi lebih luas,” jelasnya.
Sementara itu, akademisi Fakultas Pertanian Unsrat, Dr. Caroline Pakasi, SP., MSi., menegaskan bahwa pembentukan BUMD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“BUMD merupakan entitas bisnis pemerintah daerah yang menjadi kepentingan strategis daerah,” katanya.
Pada sesi berikutnya, Staf Khusus Bidang Pengembangan Potensi dan Daya Saing, Syarif Rakhmat Mokoginta, S.Pd., menjelaskan bahwa BUMD Sentra Tani menjadi bagian dari inovasi pembangunan daerah sesuai visi Kotamobagu BERSAHABAT (Berkemajuan, Sejahtera, Berbudaya, dan Inovatif).
Menurutnya, keberadaan BUMD tersebut diharapkan menjadi pemantik terwujudnya Kota Kotamobagu sebagai pusat jasa industri pertanian di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
“BUMD Sentra Tani diarahkan menjadi penggerak industri pertanian dengan dukungan pasokan bahan baku dari wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, dan Bolaang Mongondow Selatan, mengingat keterbatasan lahan pertanian di Kota Kotamobagu,” tandasnya (jux)
















