Bitung  

Wakil Wali Kota Bitung Hadiri Sertijab Kepala Stasiun Bakamla Bitung, Perkuat Sinergi Sektor Maritim

banner 120x600

RSOL/rakyatsulutonline.com, Bitung, Wakil Wali kota Bitung, Randito Maringka, S. Sos., menghadiri
acara Serah terima jabatan (Sertijab)
Kepala Stasiun Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang berlangsung di Stasiun Bakamla, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Rabu (24/6/2026).

Kepala zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP., memimpin prosesi sertijab Kepala Stasiun Bakamla Bitung dari Letkol Bakamla M. Ibnu Sina, S.Pd., MM., kepada pejabat baru Mayor Bakamla Sulaeman Rusdi S.T., M. Si.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban tersebut, turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Bitung, TNI/Polri, Pejabat utama Bakamla RI, instansi maritim, Asisten I Setda Kota Bitung, Forsman Dandel, S. Sos., MAP, serta para tamu undangan.

Kepala Stasiun Bakamla Manembo-Nembo yang lama, Letkol Bakamla Muhammad Ibnu Sina, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh personel yang telah mendukung pelaksanaan tugas selama masa kepemimpinannya.

Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama, loyalitas, dan dedikasi seluruh personel Stasiun Bakamla Manembo-Nembo. Berbagai capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan kita semua. Saya berharap stasiun ini terus berkembang dan semakin profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan keselamatan laut,” ujar Letkol Bakamla Muhammad Ibnu Sina.

Sementara itu, Kepala Stasiun Bakamla Manembo-Nembo yang baru, Mayor Bakamla Sulaeman Rusdi, S.T., M.Si., mengungkapkan, kesiapannya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan, sekaligus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di kota Bitung khususnya.

Saya berkomitmen untuk melanjutkan capaian positif yang telah dibangun sebelumnya. Dengan dukungan seluruh personel dan seluruh stekholder terkait, saya optimistis Stasiun Bakamla Manembo-Nembo dapat semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dalam mendukung keamanan dan keselamatan laut nasional. Ini stock baru tapi orang lama, saya pernah memimpin di Kota Bitung pada Tahun 2014 dan hari ini saya balik lagi disini,” ungkap Mayor Bakamla Sulaeman Rusdi.

Dalam kesempatan tesebut, Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh personel.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi pejabat lama serta mengucapkan selamat kepada pejabat baru yang akan mengemban amanah kepemimpinan. Selain itu, Teguh Prasetya memaparkan beberapa rencana terkait keamanan di laut dalam bentuk video.

Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja satuan. Saya berharap pejabat baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik serta terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder maritim,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Randito Maringka mengatakan,
Pemerintah Kota Bitung siap bersinergi dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), khususnya dalam konteks kota Bitung.

Keberadaan Stasiun Bakamla Manembo-nembo sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di perairan Bitung, serta meningkatkan pengawasan laut, mencegah aktivitas ilegal, lebih khusus menjaga kedaulatan negara”, kata Randito.

Dengan kehadiran Kepala Stasiun Bakamla yang baru, diharapkan keamanan maritim khususnya di kota Bitung dapat ditingkatkan dari berbagai ancaman, seperti penyelundupan dan perburuan ikan ilegal dapat dicegah dengan lebih efektif.

Randito Maringka juga mengucapkan selamat datang dan bertugas di Kota Bitung kepada Mayor Bakamla Sulaeman Rusdi S.T., M. Si.

Selamat datang, semoga kerjasama yang selama ini sudah terbangun baik dengan Bakamla tetap terjaga dan semakin meningkat dalam menuju Bitung lebih maju kedepan”, ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kerjasama seluruh stekholder
dalam mencapai kesuksesan pembangunan di kota Bitung.

Dengan kerjasama dan sinergi yang baik antara seluruh stekholder, kita dapat menyelesaikan berbagai masalah bersama dan membangun kota Bitung lebih baik”, tambah Randito Maringka.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para tamu undangan diajak meninjau ruang monitoring Stasiun Bakamla Manembo-Nembo guna melihat secara langsung fasilitas dan sistem pemantauan yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan pengamanan wilayah perairan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol keberlanjutan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan akan pertumbuhan dan kemajuan organisasi di masa mendatang.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan semakin terasa dalam sesi ramah tamah. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan dan penyambutan pejabat, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat soliditas antarinstansi dalam mendukung tugas Bakamla RI.

Melalui pergantian kepemimpinan ini, Stasiun Bakamla Manembo-Nembo diharapkan semakin optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai garda terdepan pengawasan keamanan dan keselamatan laut, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan keamanan, keselamatan, dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Doorstop oleh sejumlah wartawan TV dan online, yaitu;

Pertanyaan pertama, terkait dalam lingkup keamanan laut, khususnya di Kota Bitung yang dapat dikatakan sebagai wilayah strategis dan pintu gerbang perbatasan, bagaimana Bakamla Zona Tengah menangani keamanan laut di wilayah ini?

Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP, menjelaskan,” Terima kasih atas kesempatan yang baik ini, saya didampingi oleh para pimpinan daerah serta instansi yang terkait dengan keamanan maritim maupun keamanan wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung. Kehadiran mereka untuk melihat secara langsung kesiapan operasional yang akan dijalankan bersama pimpinan yang baru Stasiun Bakamla Manembo-Nembo Bitung. Ini merupakan implementasi nyata dari kesiapan Bakamla Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di bidang keamanan dan keselamatan laut, khususnya di wilayah Sulawesi Utara. Ke depannya, kami akan membangun sebuah sistem yang disebut National Maritime Security System (NMSS). Sistem ini bertugas menjamin keamanan perairan melalui identifikasi berbagai aspek yang dibutuhkan para pengguna laut maupun pemerintah daerah.

Dengan sistem tersebut, pengawasan dan deteksi terhadap berbagai potensi ancaman di laut akan semakin optimal,” ungkapnya.

Pertanyaan kedua, Bagaimana kesiapan peralatan dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Bakamla saat ini?

“Kami siap. Sumber daya manusia telah kami siapkan dan akan terus ditingkatkan kualitasnya. Bahkan, kami memiliki rencana untuk menyiapkan sumber daya pada tingkat yang lebih tinggi. Kota Bitung berpeluang besar dipilih sebagai lokasi pengembangan pusat akademi atau pusat pendidikan yang akan mendukung peningkatan kapasitas personel Bakamla di masa mendatang,” Jelasnya.

Pertanyaan ke tiga, terkait sistem operasional di Stasiun Bakamla Manembo-Nembo, apakah sistem yang digunakan bersifat otomatis atau masih manual?

” Secara visual, kami telah menggunakan sistem pemantauan melalui kamera. Namun demikian, ke depan kami akan mengoptimalkan integrasi dan interoperabilitas berbagai teknologi yang tersedia, mulai dari satelit, AIS (Automatic Identification System), sistem penginderaan jarak jauh, sensor optik, hingga berbagai satelit lain yang dapat dimanfaatkan. Semua data tersebut akan terintegrasi dalam satu sistem sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat dan komprehensif melalui National Maritime Security System (NMSS) yang sedang kami kembangkan,” ujarnya.

Pertanyaan keempat, Kota Bitung merupakan pusat kegiatan ekonomi sekaligus destinasi pariwisata di Sulawesi Utara. Bagaimana peran Bakamla dalam mendukung sektor tersebut?

“Kehadiran Bakamla di wilayah ini tidak hanya menjalankan tugas keselamatan dan keamanan laut, tetapi juga mendukung kebijakan pemerintah, termasuk dalam pengembangan sektor pariwisata.
Kami memiliki berbagai sarana dan prasarana, termasuk kapal-kapal negara yang beroperasi di wilayah Sulawesi Utara. Seluruh aset tersebut siap dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah daerah, khususnya Kota Bitung, dalam pengembangan sektor pariwisata maupun kegiatan strategis lainnya. Kami siap mendukung, baik melalui penyediaan sarana maupun personel yang dibutuhkan,” tutup Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *