RSOL, Rakyatsulutonline.com, Bitung — Polemik lokasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Partai Nasdem di Kota Bitung, akhirnya menemukan titik terang setelah menerima masukan dan keluhan dari para pedagang dan pelaku UMKM.
Partai NasDem membuka peluang untuk memindahkan lokasi kegiatan ke kawasan Pasar Cita, guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Aspirasi tersebut langsung direspon oleh Plt Ketua DPD Partai NasDem Kota Bitung, Gideon Yeremia Longkutoy, disaat pertemuan dengan para pedagang Zona Baku Bae yang berlangsung di Kompleks Bitung Creative Center (BCC), Pasar Cita, Kota Bitung, Jumat (19/6/2026)
Saya datang malam ini untuk mendengar langsung suara pedagang dan pelaku UMKM. Aspirasi mereka menjadi perhatian utama kami dalam menentukan langkah selanjutnya,” ujar Gideon.
Saat ini nobar telah berlangsung di kawasan pusat kota Bitung, tepatnya di depan SD Negeri 1 Bitung. Kegiatan tersebut menimbulkan kekhawatiran warga dan pedagang yang merasa lokasi itu akan mengganggu arus lalu lintas, dan memberikan dampak ekonomi yang minim bagi mereka. Oleh karena itu, para pedagang dan pelaku UMKM berharap kegiatan dapat dipusatkan di dalam kawasan Pasar Cita.
Menurut mereka, kehadiran ribuan warga dalam kegiatan nobar akan lebih berdampak terhadap peningkatan ekonomi jika dilaksanakan di area pasar.
Kalau kegiatan ini bisa dilaksanakan di Pasar Cita, tentu manfaat ekonominya akan lebih dirasakan oleh pedagang dan UMKM yang berjualan di sini,” kata Gideon saat menyampaikan masukan dan keluhan yang diterimanya.
Beliau juga menegaskan, sejak awal tujuan kegiatan nobar bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, seluruh masukan yang telah disampaikan pedagang, akan menjadi bahan evaluasi sebelum keputusan final ditetapkan.
Kami ingin kegiatan nobar ini menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha lokal,” tegasnya.
Pada pertemuan itu, Gideon juga meluruskan sejumlah isu yang berkembang terkait lokasi pelaksanaan nobar. Ia membantah anggapan bahwa NasDem tidak mendukung keberadaan pedagang dan UMKM di kawasan Pasar Cita.
Selain itu, ia juga menyadari terhadap polemik yang muncul disebabkan oleh miskomunikasi dalam proses koordinasi teknis pelaksanaan kegiatan.
Kami tidak pernah ada niat
untuk mengesampingkan kepentingan pedagang maupun UMKM. Yang terjadi adalah miskomunikasi di tingkat panitia sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat,” jelas Gideon.
Selain mendengar aspirasi masyarakat, NasDem juga mempertimbangkan sejumlah faktor teknis yang dinilai penting dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar tersebut.
Salah satunya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu serta potensi gangguan lalu lintas apabila kegiatan tetap digelar di kawasan pusat kota.
Kami juga harus realistis melihat kondisi lapangan. Faktor hujan dan lalu lintas yang menjadi bagian dari pertimbangan agar kegiatan dapat berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.
Gideon memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum menetapkan lokasi akhir pelaksanaan nobar.
Ia juga menekankan bahwa seluruh keputusan nantinya akan mengedepankan kepentingan masyarakat luas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kota Bitung khususnya.
Kami menghormati pemerintah, mendengar aspirasi pedagang, dan ingin memastikan kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Bitung,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut berjalan lancar dalam suasana kekeluargaan. Para pedagang berharap kegiatan nobar dapat dipindahkan di dalam kawasan Pasar Cita, sehingga momentum Piala Dunia 2026 juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi UMKM Kota Bitung. (fik)















