Rakyatsulut, Manado— Aksi Unjuk Rasa Bertajuk Reset Indonesia oleh Aliansi BEM dan Cipayung Plus di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung ricuh pada Rabu (17/6/2026) sore.
“Kok gerbangnya ga dibuka? Kami kan mau menyampaikan aspirasi. Kami akan datang lagi jika suara kami tak didengar,” teriak mahasiswa dari balik barisan.
Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang semula berjalan dengan orasi itu meledak menjadi bentrokan hebat dengan aparat Kepolisian setelah massa nekat melakukan aksi bakar ban hingga kepulan asap hitam membubung tinggi di depan gerbang wakil rakyat.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi kedepan. Kami berharap massa aksi dapat melayangkan surat ke lembaga dprd dan pasti akan kami terima. Silahkan menyuarakan aspirasi dengan tertib dan jangan sampai merusak fasilitas,” ujar Royke Anter dari Fraksi Partai Demokrat usai puluhan mahasiswa diamankan oleh kepolisian.
Terpantau dua legislator lainya yakni Jeane Laluyan dari fraksi partai PDIP dan Hillary Tuwo dari fraksi partai Gerindra yang mencoba mereadam pun seakan tak dihiraukan oleh massa aksi.
Perlu diketahui, surat pemberitahuan ke Polda Sulut diterima pada Selasa (16/6/2026) malam dan berikut beberapa tuntutan dari massa aksi:
a. Turunkan Rezim Prabowo.
b. Rekontruksi Birokrasi; BGN di masukkan dalam Kemenkes atau Kementrian BKKBN.
c. Tolak Koperasi Merah Putih.
d. Tolak dan Revisi kembali UU POLRI.
e. Tolak Militerisme di Ranah Sipil dan kembalikan TNI ke barak.
f. Mendesak Pertamina untuk memastikan pasokan BBM tersedia secara nasional.
g. Hentikan seluruh pelanggaran HAM di Indonesia.
(Rds)














